Hindari Satu Alat Mandi Ini !Banyak Bakteri dan Bisa Bikin Koreng
Jumat, 20 November 2015
Selain menggunakan shower puff, kamu
pernah pakai loofah, kan? Loofah atau dalam bahasa
Indonesia disebut oyong merupakan spons herbal dari
buah oyong. Nah, ternyata kamu nggak boleh sering
pakai loofah untuk mandi, lho. Tahu kenapa?
Sebagaimana dilansir brilio.net dari Huffington Post,
Jumat (20/11), spons loofah menjadi sarang bakteri.
Sebuah studi tahun 1994 yang diterbitkan dalam
Journal of Clinical Microbiology menunjukkan bahwa
aksesori kecantikan populer yang terbuat dari tumbuhan
atau yang bukan plastik, dapat menjadi tuan rumah dan
menyebarkan pseudomonas aeruginosa, yakni bakteri
yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan.
Esther Angert, seorang profesor di departemen
mikrobiologi di Cornell University, New York, Amerika
Serikat, menyatakan bahwa loofah awalnya memang
bersih dan higienis, namun seiring setelah kamu pakai
untuk menggosok tubuh (dan mengelupas sel kulit mati
di tubuhmu), kamu akan tinggalkan di kamar mandi
untuk digunakan berikutnya. Nah, pada saat inilah
bakteri bertumpuk di loofah tersebut.
"Lingkungan kamar mandi itu bagus, lingkungan yang
lembap, menyebabkan tidak adanya sirkulasi udara.
Kondisi inilah yang membuat bakteri meraja lela," kata
Angert.
Dan perlu kamu tahu, bakteri memakan setiap bahan
organik, seperti sel-sel kulit matimu yang tertinggal di
loofah. Michele Green, seorang dokter kulit berbasis di
New York, mendukung pernyataan Angert. Green
menyatakan bahwa kalau loofah basah atau tidak kering
dengan benar, akan menjadi tempat subur untuk
organisme tumbuh dan berkembang. Membuat kotoran
dan bakteri dari loofah tersebut kembali ke tubuhmu
pada pemakaian selanjutnya. Jadi, tak peduli sekalipun
kamu campur dengan sabun aroma lavender, itu artinya
kamu mandi menggunakan bakteri lavender. Iyuhh!
Jangan anggap sepele bakteri dari loofah ini, ya.
Pasalnya, dalam kondisi yang mendukung, bakteri
seperti staphylococcus akan menimbulkan infeksi staph.
Selanjutnya akan muncul bermacam masalah kulit
seperti koreng atau luka-luka lecet lain akibat bakteri.
Nah, kalau kamu nggak segera menyadari itu asalnya
dari loofah, maka lukamu akan semakin parah dan
menyebar, seperti yang disampaikan oleh Jessica Krant,
dokter kulit berbasis di New York sekaligus pendiri Art of
Dermatology LLC.
Nah, lantas bagaimana harus mengatasi masalah ini?
Berikut caranya:
1. Keringkan loofah
Krant menganjurkan agar loofah dalam kondisi kering
sebelum kamu gunakan kembali. Tempatkan di dekat
jendela terbuka supaya tidak lembap atau basah, karena
loofah akan teraliri udara. Tapi sebelum meninggalkan
loofah di dekat bagian yang berudara, pastikan
mencucinya bersih setelah menggunakannya, ya.
2. Ganti dengan yang lain
Kalau loofah yang kamu pakai sudah berubah warna
dan atau berbau tak sedah, segera ganti yang baru.
3. Taruh di microwave
Selain menggantung loofah di tempat berudara, kamu
bisa memanaskannya di microwave beberapa hari sekali
selama 20 detik saat basah. Tapi letakkan terlebih
dahulu loofah di atas wadah yang tak mudah meleleh
atau terbakar saat ditempatkan di dalam microwave, ya.
4. Putihkan loofah
Yup, pemutih bisa membersihkan spons loofah. "Kamu
bisa merendamnya dengan larutan yang mengandung
5% pemutih," kata Angert. Cara ini akan membunuh
bakteri, tapi memang menjadi aktivitas menjemukan.
Dari tips di atas, Krant justru lebih menekankan bahwa
kamu nggak usah pakai loofah lagi. Kalau memang
terpaksa pakai, jangan terlalu sering. Pasalnya,
perawatan kulit tubuh itu kudu yang lembut, bukan yang
justru menyakitimu dan membuat kulitmu gatal, kering,
dan bersisik.
0 komentar:
Posting Komentar